Makalah Mikrobiologi Dasar " Peran Mikroorganisme Dalam Bidang Medis"
Makalah Mikrobiologi Dasar
PERANAN MIKROORGANISME DALAM BIDANG MEDIS
D
i
s
u
s
u
n
Oleh:Kelompok V
ILMU TANAH-01
Nama:Khairunnisa M(1305108010039)
M.Haris Sahputra(1305108010002)
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM-BANDA ACEH
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran
sangat kecil.Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk
melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan,menghasilkan
energi dan bereproduksi dengan sendirinya.Mikroorganisme memiliki fleksibilitas
metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan
menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan
lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula.Akan tetapi
karena ukurannya yang kecil,maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim
yang telah dihasilkan.Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan
disimpan dalam bentuk persediaan.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk
perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah
ada.
Sebagaimana kita ketahui sebelumnya mikroorganisme adalah
organisme hidup yang berukuran mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang.Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat yang memungkinkan
terjadiny kehidupan,disegala lingkungan hidup manusia.Mereka ada di dalam
tanah,di lingkungan akuatik,dan atmosfer (udara) serta makanan, dan karena
beberapa hal mikroorganisme tersebut dapat masuk secara alami ke dalam tubuh
manusia,tinggal menetap dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal
sementara. Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi
tertentu dapat juga menimbulkan penyakit.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Pertumbuhan Mikroorganisme
Pertumbuhan
pada mikroorganisme diartikan sebagai penambahan jumlah atau total massa sel
yang melebihi inokulum asalnya. Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan
yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. Pertumbuhan
didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur
organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran, diikuti pertambahan jumlah,
pertambahan ukuran sel, pertambahan berat atau massa dan parameter lain.
Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel
maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba.
Pertumbuhan
mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda, yang
berturut-turut disebut dengan fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan
fase kematian. Pada fase kematian eksponensial tidak diamati pada kondisi umum
pertumbuhan kultur bakteri, kecuali bila kematian dipercepat dengan penambahan
zat kimia toksik, panas atau radiasi.
Dalam
pertumbuhannya setiap makhluk hidup membutuhkan nutrisi yang mencukupi serta
kondisi lingkungan yang mendukung demi proses pertumbuhan tersebut, termasuk
juga bakteri. Pertumbuhan bakteri pada umumnya akan dipengaruhi oleh faktor
lingkungan. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan
peningkatan jumlah sel yang berbeda dan pada akhirnya memberikan gambaran pula
terhadap kurva pertumbuhannya.
Kebutuhan
mikroorganisme untuk pertumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:
kebutuhan fisik dan kebutuhan kimiawi atau kemis. Aspek-aspek fisik dapat
mencakup suhu, pH dan tekanan osmotik. Sedangkan kebutuhan kemis meliputi air,
sumber karbon, nitrogen oksigen, mineral-mineral dan faktor penumbuh.
Pada
organisme multiselular (banyak sel), yang disebut pertumbuhan adalah
peningkatan jumlah sel per organisme, dimana ukuran sel juga menjadi lebih
besar. Pada organisme uniselular (bersel tunggal)pertumbuhan adalah pertambahan
jumlah sel,yang juga berarti pertambahan jumlah organisme yang membentuk
populasi atau suatu biakan.Pada organisme yang membentuk soenositik(aselular),selama
pertumbuhan ukuran sel menjadi besar,tetapi tidak terjadi pembelahan sel.
Pada
mikroorganime,pertumbuhan individu (sel) dapat berubah langsung menjadi
pertumbuhan populasi.Sehingga batas antara pertumbuhan sel dan pertumbuhan
populasi, serta sebagai satu kesatuan populasi yang kemudian terjadi,
kadang-kadang karena terlalu cepat perubahannya, sulit untuk diamati dan
dibedakan.
Pertumbuhan
dalam keadaan kesetimbangan bila terjadi secara teratur pada kondisi konstan,sehingga
jumlah pertambahan komponen kimia juga konstan.Misalnya,pertambahan jumlah
massa sel sebanyak dua kali dalam keadaan kesetimbangan akan mengakibatkan
penambahan jumlah komponen sel seperti air, protein, ARN dan ADN sebanyak dua
kali pula.
Allah
menciptakan segala sesuatu yang ada dibumi baik yang bersifat makroskopik dan
mikroskopik dengan sempurna. Semua itu dijelaskan dalam ayat-ayat Al-qur’an
sebagai berikut:
QS.
Al-Furqan ayat 2 yang artinya:
Yang kepunyaan-Nya-lah
kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu
bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia
menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
Maksud dari ayat tersebut adalah Bahwa allah lah
pemilik dari segela sesuatu yang ada di bumi, dan segala sesuatu itu telah
ditentukan batasan-batasannya dengan sangat detail dan seadil-adilnya.
QS.
Al-Ankabut ayat 60 yang artinya:
Dan berapa banyak
binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang
memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.
Maksud dari ayat diatas dalah bahwa allah yang
mengurusi segala sesuatu (termasuk rezeki) baik benda mati maupun benda hidup,
karena allah maha mendengar lagi maha mengetahui.
QS.
Al-Hijr ayat 20 yang artinya :
Dan Kami telah
menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan
pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
Salah satu manfaat mikroorganisme dalam bidang kesehatan
adalah dalam menghasilkan antibiotika.Bahan antibiotik dibuat dengan bantuan
fungi,aktinomiset,dan bakteri lain.Antibiotik ini merupakan obat yang paling
manjur untuk memerangi infeksi oleh bakteri.Beberapa mikroba menghasilkan
metabolit sekunder,yang sangat bermanfaat sebagai obat untuk mengendalikan
berbagai penyakit infeksi.Sejak dulu dikenal jamur Penicillium yang pertama
kali ditemukan oleh Alexander fleming (1928),dapat menghasilkan antibiotika
penisilin.Sekarang banyak diproduksi berbagai antibiotik dari berbagai jenis
mikroba yang sangat berperan penting dalam mengobati berbagai penyakit.Selain
untuk antibiotik,dalam bidang kesehatan mikrorganisme juga dapat digunakan
sebagai agen pembusuk di dalam saluran pencernaan alami,yang turut membantu
mencerna makanan di dalam saluran pencernaan.
Mikroorganisme tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan,
akan tetapi juga di tubuh manusia.Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari
mikroorganisme,begitu manusia dilahirkan ia langsung berhubungan dengan
mikroorganisme.Mikroorganisme yang secara alamiah terdapat di tubuh manusia
disebut flora normal atau mikrobiota.
B.Peranan Mikroorganisme Dalam Bidang Medis/Farmasi
Mikrobiologi farmasi
modern berkembang setelah perang dunia ke 2 dengan dimulainyaproduk antibiotik.
Suplay produk farmasi dunia termasuk antibiotik, steroid, vitamin, vaksin, asam
amino, dan hormon manusia diproduksi dalam jumlah beasr oleh
mikroorganisme.Diantaranya:
·
Produk antibiotik
Produksi antibiotik
dilakukan dalam skala besar pada tangki fernentasi dengan ukuran besar. Sebagai
contoh Penicillium chrysogenum ditumbuhkan dalam 100.000 liter
fermentor selama kurang lebih 200 jam. Mula-mula suspensi spora P. chrysogenum ditumbuhkan
dalam larutan media bernutrisi. Kultur diinkubasi selama 24 jam pada temperatur
24 °C dan selanjutnya ditransfer ke tangki inokulum. Tangki inokulum digojlok
teratur untuk mendapatkan aerasi yang baik selama satu hingga dua hari.
Pada proses produksi
penisilin, media bernutrisi yang mengandung gula asam fenilasetat ditambahkan
ke secara kontinu. Asam fenilasetat ini digunakan untuk membuat rantai samping
benzil pada penisilin G. Penisilin G diekstraksi dari filtrat dan
dikristalisasi. Untuk membuat penisilin semisintetik, penisilin G dicampur
dengan bakteri yang mensekresi enzim asilase. Enzim ini akan melepas gugus
benzil dari penisilin G dan mengubahnya menjadi 6-aminopebicillanic
acid (6-APA). Aminopenicilanic acid adalah molekul
yang digunakan untuk membuat penisilin jenis lain.Bebagai gugus kimia
ditambahkan pada aminopenicillanic.
Hal yang serupa juga
terjadi pada sefalosporin C yang diperoduksi oleh cephalosporium acremonium.
Molekul sepalosporin C dapat ditranspormasi dengan melepas rantai samping
α-aminodipic acid dan menambahkan gugus baru yang memiliki kisaran antibakteri
yang lebih luas.
Strain streptomyces griseus dan Actinomycetes lainnya
menghasilkan streptomisin dan bebagai antibiotik lainnya. Spora S.
Griseus diinokulasi kedalam media untuk mendapatkan kultur pertumbuhan
dengan biomassa miselia yang tinggi sebelum dimasukkan kedalam tangki inokulum.
Media dasar untuk praduksi streptomisin mengandung pati kedelai sebagai sumber
nitrogen, glukosa sebagai sumber karbon, dan NaCl. Temperatur optimum untuk
proses fermentasi ini berkisar pada 28°C, dengan kecepatan pengadukan dan
aerasi yang tinggi diperlukan untuk mendapatkan produksi streptomisin yang
maksimal. Proses fermentasi berlangsung sekitar 10 hari dengan jumlah
streptomisinyang dipanen berkisar 1g/L.
·
Produksi steroid
Homon steroid sangat
penting peranannya dalam dunia kesehatan. Misalnya kortison dan steroid lain
yang serupadiketahui dapat digunakan untuk mengobati gejala yang berhubungan
dengan alergi dan berbagai respons inflamasi oral dan untuk mengobati ketidak
seimbangan homonal.
Sintesis steroid seperti
kotison memerlukan lebih dari 35 langkah, sehingga steroid sangat mahal untuk
diperoduksi secara kimiawi. Misalnya, kortison dapat disintesis dari asam
deoksikolat melalui 37 langkah, yang beberapa diantaranya memerlukan kondisi
temperatur dan tekanan yang ektrem, dengan biaya berkisar lebih dari $ 200
pergram. Kesulitan utama pada sintesis kortison adalah introduksi atom oksigen
pada cincin steroid nomor 11. Hal ini dapat diatasi dngan pemanfaatan
mikroorganisme. Penggunaan mikroorganisme untuk mengganti proses kimiawi ini
dikenal dengan istilah biokomversi.
Fungi Rhizopuz arrhizus
menghidroksilasi progesteron membentuk steroid koteksolon untuk membentuk
hidrokortison dengan mengintroduksi oksigen pada posisi nomor 11.
Bentuk tranformasi lain dari inti steroid
dilakukan oleh mikroorganosme melalui proses hidrogenasi, dihidrogenasi,
epoksidasi, dan penambahan serta penghilangan rantai samping. Penggunaan
mikroorganismepada produksi kortison dapat menurunkan biaya produksi sebanyak
400 kali lipat, sehingga harga kotisondi amerika serikat kurang dari $50
pergram, dibandingkan harga aslinya yang sebesar $ 200.
·
Produksi vaksin
Penggunaan vaksin sangat
penting untuk mencegah berbagai penyakit. Pengembangan dan produksi vaksin
merupakan salah satu tugas penting industri farmasi. Produksi vaksin meliputi
pengkulturan mikroorganisme yang memiliki properti antigenikyang diperlukan
untuk meluncurkan respons imun primer.
Vaksin diproduksi oleh
strain mutan patogen virulen tanpa menghilangkan antigen yang diperlukan untuk
menimbulkan respons imun. Perkembangan bidang bioteknologi memungkinkan
produksi seluruh seluruh vaksin baru. Beberapa vaksin baru ini ditujukan bagi
target baru, dan beberapa lagi lebih efektif dan memiliki efek samping lebih
sedikit dibandingkan vaksin tradisional yang ada saat ini.
Untuk menghasilkan
vaksin terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, strain virus ditumbuhkan
dengan menggunakan telur ayam tertunas. Individu yang memiliki alergi terhadap
telur ayam tidak dapat diberi vaksin yang dibuat dengan cara seperti ini.
Vaksin virus juga dapat diproduksi melalui kultur jaringan. Misalnya, vaksin
rabies tradisional diproduksi pada telur bebek tertunas dan memiliki efek
samping yang sangat menyakitkan. Vaksin ini digantikan oleh produksi vaksin
melalui kultur jaringan fibroblas manusia yang memiliki efek samping yang lebih
sedikit.
Produksi vaksin
terhadapyang efektif dalam mencegah infeksioleh bakteri, fungi, dan protozoa
melibatkan pertumbuhan strain mikroorganisme pada media artifisial yang
meminimalkan gangguan beruparespons alergi.vaksin yng diproduksisecara
komersial harus di uji dan distandardisasi terus sebelum digunakan, sehingga
terjadi outbreak (wabah) penyakit akibat introduksi vaksin seperti yang pernah
terjadi pada tahun 1976 akibat adanya vaksin swine influenza yang inadekuat
dapat dihindari.
·
Produksi vitamin dan asam amino
Vitamin merupakan faktor nutrisi esensial bagi
manusia.Beberapa vitamin dapat diproduksi melalui fermentasi mikroorganisme,
dan digunakan sebagai suplemen makanan.Misalnya vitamin B12 dapat
diproduksi sebagai produk samping pada fermentasi antibiotik oleh Streptomyces.
Vitamin B12 juga diperoleh dari
fermentasi Propionibacteriaum shermanii atau Paracoccus
denitrificans.
Riboflavin dapat
dihasilkan dari fermentasi berbagai macam mikrooganisme,misalnya bakteriClostridium dan
fungi Eremothecium ashbyi atau Ashbya gossypii.
Masalah utama produksi asam amino komersial
melalui fermentasi mikroorganisme adalah adanya mekanisme alam kontrol
pengaturan mikroorganisme yang membatasi jumlah asam amino yang dihasilkan dan
dilepaskan dari sel. Masalah ini dapat diatasi dengan strain mikroorganisme
yang direkayasa secara genetis sehingga tidak memiliki mekanisme kontrol
seperti strain asli (wild type)
Manusia memerlukan
berbagai macam asam amino, termasuk lisin. Konsentrasi lisin dalam padi-padian
tidak cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Lisin diproduksi
melalui fermentasi mikroorganisme, sehingga dapat digunakan sebagai suplemen
makanan bagi manusia dan sebagai bahan tamabahan pada sereal. Metionin juga
diproduksi melalui sintesis kimia dan digunakan sebagai suplemen makanan.
Produksi lisin dari
karbohidrat menggunakan Corynebactrerium glutamicum, suatu auksotrof yang
memerlukan homoserin. Cane molasses umumnya digunakan sebagai substrat, dan pH
dijaga agar tetap netral dengan menambahakan amonia atau urea. Pada saat gula
dimetabolisme, lisin akan tetap terakumulasi pada media dan sintesis homoserin
dihambat pada tahap homoserin dihidrogenase.
Asam glutamat (glutamic
acid) dimanfaatkan sebagai monosodium glutamat (MSG), bahan penyedap rasa
makanan. Asam L-glutamat dan MSG dapat diproduksi melalui fermentasi strain
Brevibacterium, Arthobacter dan Corynebacterium. Kultur corynebacterium glutamicum
dan Brevibacterium flavum digunakan untuk memproduksi MSG dalam skala besar.
Proses fermentasi memerlukan media glukosa-garam mineral dengan menambahkan
urea secara periodik sebagai sumber nitrogen selama proses fermentasi.
Nilai pH dijaga berkisar 6-8, dan temeratur 30°C
·
Produksi asam organik
Beberapa asam organik
seperti asam asetat, asam glikonat, asam sitrat, asam giberelat, dan asam
laktat dhasilkan melalui fermentasi mikroorganisme. Asam organik antara lain
digunakan dalam industri makanan, miasalnya sebagai pengawet makanan.
Asam glukonat
diperoduksi olehberbagai bakteri termasuk spesies acetobaterdan oleh beberapa
fungsi seperti penisilium dan aspergillus. Aspergillus neger mengoksidasi
glkosa menjadi asam glukonat dalam reaksi enzimatik tunggal leh enzim
glukosa oksidase. Asam glukonat memiliki berbagai kegunaan, antara
lain:
·
Kalsium glukonat digunakan sebagai produ farmasi
untuk menyuplai kalsium dalam tubuh.
·
Ferrous glukonate digunakan sebagai asupan
besi untuk mengobati anemia.
Asam glukonat pada
detergen pencuci piring mencegah noda pada permukaan kaca akibat presipitasi
garam kalsium dan magnesium
Asam sitrat diproduksi
oleh aspergillusniger dengan molases sebagai substrat fermentasinya. Asam
sitrat digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan, terutama minuman ringan.
Transformasi asam sitrat oleh Aspergillus terreus dapat
digunakan untuk memproduksi asam itokonat dalam dua langkah reaksi. Langkah
pertama merupakan perubahan asam sitrat menjadi asam cis-akonitat melalui
proses hidroksilasi, dan langkah kedua merupakan langkah karboksilasi asam
cis-akonitat menjadi asam itakonat. Proses fermentasi ini memerlukan pH
berkisar pada 2,2. Pada kisaran pH lebih tinggi, A. terreus akan
mendegradasi asam itokonat.
Asam giberelat (gibberellic
acid)diproduksi oleh fungi Gibberella fujikuroi.proses
fermentasinya memerlukan media glukosa-garam mineral,temperatur inkubasi berkisar
pada 25°C dengan pH asam.Asam gibberelat dan homon tanaman giberelin lainnya
dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas pertanian,yaitu sebagai subtansi
pendukung pertumbuhan tanaman, perbungaan dan germinasi biji,serta untuk
menginduksi pembentukan buah tanpa biji.
Asam laktat diproduksi oleh lactobasillus
delbrueckii,spesies lactobasilus.Asam laktat digunakan untuk
mengawetkan makanan pada industri penyamkan kulit dan industri tekstil.Media
yang digunakan dalam fermentasi asam laktat ini memerlukan glukosa 10-15%,
kalsium karbonat 10% untuk menetralisasi asam laktat yang dihasilkan, amonium
fosfat,dan sejumlah kecil sumber netrogen.Gula jagung, pati kentang dan gandum
sering digunakan sebagai sumber karbohidrat.
Temperatur inkubasi
berkisar pada 45-50°C dengan pH berkisar antara 5,5-6,5. Setelah proses
fermentasi selama 5-7 hari, kurang lebih 90% gula telah diubah menjadi asam
laktat, kalsium karbonat selanjutnya ditambahkan untuk menaikkan pH hingga 10,
kemudian media fermentasi dipanaskan dan disaring. Prosedur ini akan membunuh
bakteri, mengkoagulasi protein, menghilangkan sisa kalsium karbonat, dan mendokoposisi
residu karbohidrat.
·
Produksi Enzim
Enzim yang disolasi dari
mikroorganisme dapat diaplikasikan pada berbagai macam industri. Misalnya,
enzim proteose yang diisolasi dari bahan pembersih. Protease merusak dan
melarutkan protein yang mengotori pakaian. Enzim yang dihasilkan untuk
proses-proses industri meliputi protease , amilase, glikosa isomerase, glukosa
oksidase, renin, pektinase, dan lipase.empat macam enzim yang secara
luas diproduksi oleh mikroganisme adalah protease, glukamilase,α-amilase, dan
glukosa isomerase.
.
Protease adalah enzim
yang menyerang ikatan peptida molekul protein dan membentuk fragmen-fragmen
kecil peptida. Strain rekombinan Basillus sp. GX6644 mensekresikan
alkalin protease yang sangat aktif terhadap protein kasein susu. Dengan
aktifitas tertinggi pada pH 11 dan temperatur 40-55°C. Strain rekombinan yang
lain yaitu Basillus sp. GX6638 mensekresi beberapa alkalin protease
yang aktif pada kisaran pH yang cukup luas (8-12). Fungi yang mempreduksi
protease adalah spesies Aspergillus. Protease yang dihasilkan
oleh fungi memiliki kisaran pH yang lebih luas dibandingkan protease yang
diperoduksioleh bakteri.
Amilase digunakan dalam
detergen dan dalam industri pembuatan bir.Ada beberapa tipe amilase, termasuk
α-amilase yang digunakan untuk mengubah pati menjadi maltosa dan dekstrin,
glukamilase yang mengubah pati menjadi glukosa.Ketiga enzim diatas digunakan
untuk memproduksi sirup dan dekstrosa dari pati.
Produksi amilase
menggunakan fungi Aspergillus sp. Aspergillus oryzae yang
digunakan untuk memproduksi amilase dari gandum pada kultur stasioner. Bacillus
subtilis dan bacillus diastaticus digunakan untuk
memproduksi amilase bakteri.
Glukosa isomerase
mengubah glukosa menjadi friktosa yang dua kali lebih manis dibandingkan
sukrosa dan 1,5 kali lebih manis dibandingkan glukosa, sehingga fruktosa
merupakan bahan pemanis yang sangat penting pada industrimakanan dan
minuman. Enzim ini diproduksi olehBacillus coagulan, streptomyces
sp. Dan Nocardia sp.
Renin merupakan enzim penggumpal
susu yang mengkatalisis koagulasi susu dalam industri pembuatan keju. Enzim ini
diproduksi oleh Mucor pussilus.
Enzim mikroorganisme juga digunakan dalan
produksi polimer sintetik. Misalnya, industri plastik saat ini menggunakan
metode kimia untuk mereduksi alkene oxidan yang digunakan
untuk memproduksi plastik. Produksi alkene oxidan dari
mikroorganisme melibatkan aksi tiga enzim yaitu piranose-2-oksidase dari
fungi oudmansiella mucida, enzim haloperoksidase dari fungiCaldariomyces
sp. Dn enzim epoxidase dari falvobacterium sp.
Pada produksi enzim yang
stabil terhadap panas,DNA polimerase sangat penting dalam proses amplifikasi
DNA.Reaksi rantai polimerase sangat penting bagi diagnosis kesehatan, forensik,dan
penelitian biologi mulekular. Kultur thermus aquacitus, dan
mikroorganisme termofilik yang direkayasa secara genetis mengndung gen
untuk taq DNA polimerase dari thermus aquaticus,digunakan untuk membuat
DNA polimerase rekombinan yang stabil terhadap panas, yang disebut amplitaq.
·
Produksi alkaloid ergot
Alkaloid, beberapa
diantaranya dapat dimanfaatkan dalam terapi, umumnya diperoleh dari tanaman,
namun alkaloid ergot dihasilkan dari fungi. Alkaloid ergot pertama kali
diperoleh dari sklerotium Ascomycetes, yaitu Claviceps
purpurae. Istilah ergot digunakan untuk menunjukkan bahwa alkaloid jenis
ini dihasilkan oleh fungi. Alkaloid ergot dibedakan menjadi 2 kelompok
berdasarkan atas kandungan asam lisergat dan clavin. Alkaloid asam
glisergat hanya diproduksi oleh genus Claviceps, sedangkan
alkaloid clavin ditemukan pada genus Aspergillus, penicillium,dan Rhizobium.
Alkaloid ergot digunakan untuk menstimulasi sistem syaraf simpatik. Beberapa
alkaloid lisergat seperti halnya ergotamin dan ergobasin digunakan pada terapi
kandungan yaitu untuk mengkontraksi uterus pada saat proses melahirkan untuk
mengkontraksi uterus postpatu.
·
Produksi protein manusia
Adanya proses rekayasa
genetik dengan pemanfaatan mikroorganisme meningkatan peran industri farmasi dlam
memproduksi protein manusia.Melalui tehnik rekombinasi DNA,sekuensi DNA manusia
yang mengkode berbagai protein dapat digabungkan dengan genum bakteri,dan
dengan menumbuhkan bakteri rekonbioanan dalam fermentor,maka protein manusi
dapat diproduksi secara komersial.
Insulin merupakan hormon
polipeptida yang dihasikan oleh pulau-pulau langerhans dipankreas yang
berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat dalam makanan dikomfersi
menjadi glukosa monosakarida, karbohidrat pokok dalam darah.Beberapa
karbohidrat seperti fruktosa dan selulosa dapat digunakan sebagai energi sel
namun tidak dikomfersi menjadi glikosa dan tidak berpatisipai dalam mekanisme
pengaturan metabolisme glukosa.
Insulin dilepaskan oleh
sel beta ( sel β ) pada pankreas sebagai respon naiknya kadar glukosa darah,
pada saat setelah makan. Insulin memungkinkan sel-sel tubuh mengabsorbsi
glukosa dari darah untuk digunakan sebagai sumber energi, diubah menjdi molekul
lain yang diperlukan, atau untuk disimpan. Insulin juga merupakan sinyal
kontrol utama konfersi glukosa menjdi glikogen untuk pennyimpanan internal
dihati dan sel otot. Bila jumlah insulin yang tersedia tidak mencukupi, sel
tidak merespon adanya insulin (tidak sensitif atau resisten insulin), atau bila
insulin itu sendiri tidak produksi oleh sel-sel beta akibat risaknya sel-sel
beta pada pankreas, maka glukosa tidak dapat dimanfaatkan oleh sel tubuh atau
pun disimpan dalam bentuk cadangan makanan dalam hati maupaun sel otot. Akibat
yang terjadi adalah peningkatan kadar glukosa dalam darah, penurunan sintesis
protein, dan gangguan proses-proses metabolisme dalam tubuh.
Insulin diperlukan bagi
penderita diabetes melitus, suatu penyakit ganguan metabolisme kabohidrat,
khususnya penderita diabetes millitus tipe 1 yang memerlukan asupan insulin
eksogen. Pada mulannya, sumber insulin untuk penggunaan klinis pada manusi
diperoleh dari pankreas sapi, kuda, babi, maupun ikan.insulinyang diperoleh
dari sumber-sumber tersebut efektif bagi manusi karena identik dengan insulin
manusia. Hanya terdapat perbedaan 3 asam amino antara insulin sapi dengan
insulin manusia, dan hanya terdapat perbedaan sebesar 1 asam amino antara
insulin babi dengan insulin manusia.
C.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kehadiran Flora Normal
Pada Tubuh Manusia
·
Nutrisi
·
kebersihan seseorang (berapa seringnya dibersihkan)
·
kondisi hidup
·
penerapan prinsip-prinsip kesehatan
D.Flora Normal Pada Tubuh Manusia
Flora normal biasanya ditemukan di bagian-bagian tubuh
manusia yang kontak langsung dengan lingkungan misalnya kulit, hidung, mulut,
usus, saluran urogenital, mata, dan telinga . Organ-organ dan jaringan biasanya
steril.
·
Kulit
Kebanyakan bakteri kulit di jumpai pada epitelium yang
seakan-akan bersisik (lapisan luar epidermis), membentuk koloni pada permukaan
sel-sel mati. Kebanyakan bakteri ini adalah spesiesStaphylococcus dan
sianobakteri aerobik, atau difteroid. Jauh di dalam kelenjar lemak dijumpai
bakteri-bakteri anaerobik lipofilik, sepertiPropionibacterium acnes penyebab
jerawat. Jumlahnya tidak dipengaruhi oleh pencucian. Staphylococcus epidermidis
yang bersifat nonpatogen pada kulit namun dapat menimbulkan penyakit saat
mencapai tempat -tempat tertentu seperti katup jantung buatan dan sendi
prostetik (sendi buatan). Bakteri ini lebih sering ditemui pada kulit
dibandingkan dengan kerabatnya yang bersifat patogen yaitu Staphylococcus
aureus.Secara keseluruhan ada sekitar 103-104 mikroorganisme/cm2 yang
kebanyakan terletak pada stratum (lapisan) korneum. Bakteri anaerob dan aerob
sering bersama-sama menyebabkan infeksi sinergistik, selulitis dari kulit dan jaringan
lunak. Bakteri-bakteri tersebut merupakan bagian dari flora normal.
·
Hidung dan Nasofaring (nasopharynx)
Flora utama hidung terdiri dari korinebakteria,
stafilokokus dan streptokokus.Dalam hulu kerongkongan hidung, dapat juga
dijumpai bakteri Branhamella catarrhalis(suatu kokus gram negatif)
dan Haemophilus influenzae (suatu batang gram negatif).
Pemusnahan flora normal faring dengan penisilin dosis tinggi
dapat menyebabkan over growth:bakteria negatif Gram seperti Escherichia coli,
Klebsiella, Proteus, Pseudomonas atau jamur.
·
Mulut
Kelembapan yang paling tinggi, adanya makanan terlarut
secara konstan dan juga partikel-partikel kecil makanan membuat mulut merupakan
lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Mikrobiota mulut atau rongga mulut sangat
beragam; banyak bergantung pada kesehatan pribadi masing-masing individu.
Pada waktu lahir, rongga mulut pada hakikatnya merupakan
suatu inkubator yang steril, hangat, dan lembab yang mengandung sebagai
substansi nutrisi. Air liur terdiri dari air, asam amino, protein, lipid,
rongga mulut menjadi mantap. Jasad-jasad renik ini tergolong ke dalam genus
Streptococcus, Neisseria, Veillonella, Actinomyces,da n Lactobacillus.
·
Orofaring (oropharinx)
Orofaring (bagian belakang mulut juga dihuni sejumlah besar
bakteri Staphylococcus aureus dan S. epidermidis dan juga difteroid.Tetapi
kelompok bakteri terpenting yang merupakan penghuni asli orofaring ialah
streptokokus hemolitik, yang juga dinamakanStreptokokus viridans. Biakan yang
ditumbuhkan dari orofaring juga akan memperlihatkan adanyaBranchamella
catarrhalis, spesies Haemophilus, serta gular-galur pneumokokus avirulen
(Streptococcus pneumonia).
·
Perut
Isi perut yang sehat pada praktisnya steril karena adanya
asam hidroklorat di dalam sekresi lambung. Setelah ditelannya makanan, jumlah
bakteri bertambah tetapi segera menurun kembali dengan disekresikannya getah
lambung dan pH zat alir perut pun menurun.
·
Usus Kecil
Usus kecil bagian atas (atau usus dua belas jari) mengandung
beberapa bakteri. Di antara yang ada, sebagian besar adalah kokus dan basilus
gram positif. Di dalam jejunum atau usus halus kos ong (bagian kedua usus
kecil, di antara usus dua belas jari dan ileum atau usus halus gelung) kadang
kala dijumpai spesies-spesies Enterokokus, Laktobasilus,dan Difteroid.
Khamir Candida albicans dapat juga dijumpai pada bagian usus kecil ini. Pada
bagian usus kecil yang jatuh (ileum), mikrobiota mulai menyerupai yang dijumpai
pada usus besar. Bakteri anaerobik dan enterobakteri mulai nampak dalam jumlah
besar.
·
Usus Besar
Di dalam tubuh manusia, kolon atau usus besar, mengandung
populasi mikrobe yang terbanyak. Telah diperkirakan bahwa jumlah mikroorganisme
di dalam spesimen tinja adalah kurang lebih 1012 organisme per gram. Basilus
gram negatif anaerobik yang ada meliputi spesies Bacteroides (B.
fragilis, B. melaninogenicus, B. oralis) dan Fusobacterium. Basilus gram
positif diwakili oleh spesies-spesies Clostridium(serta spesies-spesies
Lactobacillus.
Flora saluran pencernaan berperan dalam sintesis vitamin K,
konversi pigmen empedu dan asam empedu, absorpsi zat makanan serta antagonis
mikroba patogen.
·
Saluran Kemih
Pada orang sehat, ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke
kandung kemih), dan kandung kemih bebas dari mikroorganisme, namun bakteri pada
umunya dijumpai pada uretra (saluran dari kandung kemih ke luar) bagian bawah
baik pada pria maupun wanita.Tetapi jumlahnya berkurang di dekat kandung kemih,
agaknya disebabkan efek antibakterial yang dilancarkan oleh selaput lendir
uretra dan seringnya epitelium terbilas oleh air seni.Ciri populasi ini berubah
menurut variasi daur haid. Penghuni utama vagina dewasa adalah laktobasilus
yang toleran terhadap asam. Bakteri ini mengubah glikogen yang dihasilkan
epitelium vagina, dan didalam proses tesebut menghasilkan asam. Penumpukan
glikogen pada dinding vagina disebakan oleh kegiatan indung telur; hal ini
tidak dijumpai sebelum masa akil balig ataupun setelah menopause (mati haid).
Sebagai akibat perombakan glikogen, maka pH di dalam vagina terpelihara pada
sekitar 4.4 sampai 4,6.
Mikrooganisme yang mampu berkembang baik pada pH rendah ini
dijumpai di dalam vagina dan mencakup enterokokus,Candida albicans ,dan
sejumlah besar bakteri anaerobik. Sistem urinari dan genital secara anatomis
terletak berdekatan, suatu penyakit yang menginfeksi satu sistem akan
mempengaruhi siste m yang lain khususnya pada laki-laki. Saluran urin bagian
atas dan kantong urine steril dalam keadaan normal. Saluran uretra mengandung
mikroorganisme seperti Streptococcus,Bacteriodes,Mycobacterium,Neisseria dan enterik.
Sebagian besar mikroorganisme yang ditemukan pada urin
merupakan kontaminasi dari flora normal yang terdapat pada kulit.Keberadaan
bakteri dalam urine belum dapat disimpulkan sebagai penyakit saluran urine
kecuali jumlah mikroorganisme di dalam urine melebihi 105 sel/ml.
·
Mata (Konjungtiva) dan Telinga
Mikroorganisme konjungtiva terutama adalah difteroid(Coynebacterium
xerosis),S. epidermidis dan Streptokukus non
hemolitik. Neiseria dan basil gram negatif yang menyerupai
spesies Haemophilus (Moraxella) seringkali juga ada.Flora
konjungtiva dalam keadaan normal dikendalikan oleh aliran air mata, yang
mengandung lisozim.Flora liang telinga luar biasanya merupakan gambaran flora
kulit.Dapat dijumpai Streptococcus pneumonia,batang gram negatif
termasuk Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureusdan kadang-kadang
Mycobacterias aprofit.Telinga bagian tengah dan dalam biasanya steril.
·
Bakteri di Darah dan jaringan
Pada keadaan normal darah dan jaringan adalah steril.
Kadangkadang karena manipulasi sederhana seperti mengunyah,menyikat
gigi,ekstraksi gigi,flora komensal dari mulut dapat masuk ke jaringan atau
darah.Dalam keadaan normal mikroorganisme tersebut segera dimusnahkan oleh
sistem kekebalan tubuh.Hal seperti itu dapat terjadi pula dengan flora faring,
saluran cerna dan saluran kemih.Pada keadaan abnormal seperti adanya katup
jantung abnormal, atau protesa lain, bakteremia di atas dapat mengarah pada
pembentukan koloni dan infeksi.
E.Penemuan Penyakit Akibat Virus Dan Bakteri Dalam
Mikrobiologi Kesehatan
1.Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang
menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal
tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material
hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.
Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat
(DNA atau RNA,tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan
pelindung yang terdiri atas protein, lipid,glikoprotein,atau kombinasi
ketiganya.Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan
untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Virus yang bersifat merugikan diantaranya terdapat pada
jenis penyakit berikut adalah:ak
·
Influenza
Penyebab influenza adalah virus golongan orthomyxovirus yang
bebbentuk seperti bola. Virus influenza ditularkan lewat udara dan masuk ke
tubuh manusia melalui alat pernapasan.
·
Flu burung
Flu burung atau Avian Influenza adalah
penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti unggas
dan ammalia. Penyebab penyakit ini termasuk influenza tipe A, Strain H5N1.
·
Campak
Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus.
Gejala campak adalah demam tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.masa
inkubasinya sekitar 10 hingga 12 hari. Di awal masa inkubasi virus berlipat
ganda di saluran pernapasan atas yang menyebabkan gejala batuk kering dan
radang tenggorokan. Di akhir masa inkubasi, virus menuju darah dan beredar ke
seluruh bagian tubuh, terutama kulit, sehingga terlihat bercak-bercak merah di
kulit.
·
Cacar Air dan Herpes Zoster
Cacar air dan herpes zoster
disebabkan oleh virus yang sama, yaitu varicella zoster virus
(VCV). Virus ini dapat langsung menyebabkan penyakit atau dapat menetap selama
beberapa tahun, baru kemudian menimbulkan penyakit.
·
Hepatitis
Hepatitis (pembegkakan hati) disebabkan oleh virus
hepatitis. Beberapa virus hepatitis yang diekenali adalah virus hepatitis A, B,
C, D, dan E. Gejala umumnya adalah demam, mual, dan muantah, serta perubahan
warna kulit dan selaput lender terlihat kuning.
·
Polio
Polio (poliomyelitis) disebabkan oleh virus polio. Serangan
virus polio menyebabkan lumpuh jika virus menginfeksi selaput otak (meninges)
dan sumsum tulang belakang.
·
Papilonia
Disebabkan oleh salah satu virus yang diduga dapat
menimbulkan tumor di kulit, alat kelamin, tenggorokan,dan saluran utama
pernapasan. Infeksi terjadi melalui kontak langsung dan hubungan seksual dengan
penderita.
·
Gondong
Penyakit gondong disebabkan oleh golongan paramyxovirus.
Virus ini hanya memiliki RNA. Paramyxovirus dapat tumbuh di jaringan
otak, selaput otak, pancreas, testis, galndula parotid, dan kadang di hati.
·
AIDS
AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah
penularan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV (human
immunodeficiency virus).
·
Ebola
Virus ebola ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Zaire.
Habitatnya di alam belum diketahui. Demikian pula prosesnya menjai epidemic.
Virus ebola dapat hidup di atmosfer selama beberapa menit, kemudian aka mati
oleh sinar ultraviolet. Virus ebola merusak jaringan dan sel tubuh dan
menyebabkan kematian dalam jangka kurang dari dua minggu.
·
Herpes Simpleks
Penyakit ini disebabkan oleh virus anggota famili
Herpesviridae, yang menyerang kulit dan selaput lender. Virus herpes simpleks
dapat menyerang bayi, anak-anak, dan orang dewasa.
·
Rabies
Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies. Rabies sebenarnya
merupakan penyakit yang menyerang hewan, misalnya anjing, kucing, dan kelelawar
penghisap darah. Hewan yang terkena rabies menunjukkan perilaku agresif atau
kelumpuhan.
·
SARS
SARS (severe acute respiratory
syndrome) pertama kali muncul di Cina pada akhir tahun 2002. Di sepanjang tahun 2003 kasus SARS
merebak diseluruh dunia dan menyebabkan sedikitnya 813 orang meninggal dunia.
SARS disebabkan olehcoronavirus yang mengakibatkan penderita
mengalami gejala seperti penderita pneumonia sehingga SARS disebut juga CVP (coronavirus
pneumonia).
·
Virus Dengue penyebab demam berdarah
Demam berdarah adalah infeksi penyakit tropis yang
disebabkan oleh virus dengue . Gejalanya meliputi demam , sakit kepala , otot
dan nyeri sendi , dan karakteristik ruam kulit yang mirip dengan campak . Dalam
sebagian kecil kasus penyakit berkembang menjadi demam berdarah mengancam
kehidupan hemoragik, mengakibatkan pendarahan , rendahnya tingkat trombosit darah
dan kebocoran plasma darah, atau ke sindrom syok dengue, di mana tekanan darah
sangat rendah terjadi.
Namun demikian,tidak berarti bahwa virus hanya memiliki
peran yang merugikan. Dengan kemajuan bioteknologi dan rekayasa genetika,
ilmuan telah dapat memanfaatkan virus untuk tujuan yang menguntungkan manusia.
Misalnya, untuk penghasil vaksin.Virus juga dapat dimanipulasi agar membawa gen
untuk suatu sifat yang menguntungkan (misalnya gen yang menghasilkan
antitoksin) (ibit, 2006206).
·
Mempercantik warna dan corak bunga
tulip
Jenis-jenis tulip yang sudah dikenal sejak zaman dulu
mempunyai motif garis-garis, "coretan kuas," atau "jilatan
api" atau mempunyai warna lain pada bagian-bagian tertentu daun bunga,
sedangkan jenis-jenis yang lebih baru mempunyai pola aneka warna pada daun
bunga. Sentuhan warna lain pada warna dasar bunga tulip disebabkan perubahan
pegmen di bagian atas dan bagian bawah bunga.
·
Membuat Antitoksin
Salah satu fase daur hidup virus adalah fase penggabungan.
Pada fase ini, DNA virus menyambungkan diri ke DNA bakteri, sehingga di dalam
DNA bakteri terkandung profag (DNA virus). Dengan kata lain, di dalam bakteri
terkandung materi genetic virus. Ketika profag aktif dan DNA bakteri hancur ada
yang terbawa DNA virus. Misalnya di dalam DNA virus terkandung DNA bakteri
pertama. Apa bila virus ini menginfeksi bakteri kedua, dan kemudian mengikuti
daur lisogenik, maka di dalam DNA bakteri kedua ini terkandung DNA virus dan
DNA bakteri pertama.
·
pembuatan vaksin
Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap
tubuh yang berasal dari mikroorganisme. Vaksin didapat dari virus dan bakteri
yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.
Vaksin Hepatitis B dan malaria adalah contoh pembuatan
vaksin melalui bioteknologi modern. Secara konvensional pelemahan kuman
dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia. Dengan bioteknologi
dilakukan fusi atau transplantasi gen.
Vaksin dimasukkan (dengan disuntikkan atau oral) ke dalam
tubuh manusia agar sistem kekebalan tubuh manusia aktif melawan mikroorganisme
tersebut. Vaksin telah membantu berjutajuta orang di dunia dalam pencegahan
serangan penyakit yang serius.
2.Bakteri
Bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh
mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain
dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Beberapa bakteri yang menghasilkan
antibiotik adalah:
·
Streptomyces
griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin
·
Streptomyces
aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline
·
Streptomyces
venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol
·
Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin
·
Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.
Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik,
banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.Pada manusia,beberapa jenis
bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah:
·
Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi
yang menyebabkan penyakittifus,
·
Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan
penyakit TBC,
dan Clostridium tetani yang menyebabkan
penyakit tetanus.
·
Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak,
seperti Brucella abortusyang menyebabkan brucellosis pada sapi dan
· Bacillus anthracis yang menyebabkan antrak
·
Lactobacillus acidophilus dan bifidobacteria(bifidus).Sebenarnya
bakteri baik ini jumlahnya paling banyak di usus kita dibanding bakteri
lainnya.Jumlah yang berkurang,akan membuat keseimbangan tubuh terganggu.Karena
terjadi pembusukan dan penimbulan toksin di kolon.Kita pun jadi rentan terhadap
penyakit dan akan semakin sering mengalami gangguan fisik yang diakibatkan bakteri
tak bersahabat.Asidofilusdan bifidus sangat penting dijaga karena
dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga pencernaan kita agar selalu
prima. Selain itu bakteri ini menghasilkan vitamin B esensial.Fungsi lainnya
adalah kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.
Manfaat bakteri bersahabat yang paling sentral untuk tubuh
manusia :
·
Memulihkan dan mengatur usus dari kerja berat. Bakteri ini
sangat baik bagi mereka yang mengalami sembelit dan sindrom iritasi usus.
Bakteri ini juga mencegah dan mengobati diare yang ditimbulkan oleh antibiotik.
·
Sebagai eliminator racun. Bakteri ini menonaktifkan senyawa
toksik seperti nitrat, yang dihasilkan mikroorganisme lain dan makanan.
·
Membantu pembentukan enzim laktase. Enzim ini berfungsi mencerna
susu dan produk susu yang merupakan makanan tak bersahabat bagi perut. Banyak
orang yang dapat mulai menoleransi produk susu dalam jumlah terbatas, jika
mereka menambahkan bakteri bersahabat ke dalam diet mereka.
·
Pelindung sistem imun. Bakteri ini membantu merangsang
pembentukan antibodi yang mencegah pertumbuhan kelebihan mikroorganisme
berbahaya seperti kandida, H.pylori, E.coli, dan salmonela, yang dapat
mengambil alih usus dan menimbulkan kekacauan dalam pencernaan kita.
·
Mencegah timbul atau kambuhnya infeksi saluran kemih dan
vagina (terutama setelah mendapat antibiotik).
·
Meningkatkan perlindungan terhadap patogen, virus, dan
bakteri (flu, masuk angin, keracunan makanan).
·
Memulihkan keseimbangan usus setelah pemberian antibiotik,
obat, kemoterapi/radiasi, pemilihan makanan yang salah.
·
Mencegah pembentukan gas akibat proses pembusukan dan
peragian.
·
Mengharumkan napas. Jika kolon Anda dipenuhi bakteri tak
bersahabat, gas-gas yang dihasilkan oleh mereka dapat diserap ke dalam aliran
darah dan dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan. Ubahlah keseimbangan bakteri
usus Anda dan napas Anda akan menjadi lebih segar.
·
Memperindah dan menghaluskan kulit.Kulit kita bermasalah
salah satunya juga karena manifestasi bakteri.Toksin yang terangkat ke kulit
sumber penyebab jerawat,melasma, diskolorasi kulit,dan psoriasis.Dengan
berjayanya bakteri bersahabat, kelainan-kelainan kulit ini akan mereda.
BAB III
KESIMPULAN
· Mikroorganisme dalam bidang
kesehatan adalah dalam menghasilkan antibiotika.Bahan antibiotik dibuat dengan
bantuan fungi, aktinomiset, dan bakteri lain.
· Tubuh manusia tidaklah steril atau
bebas dari mikroorganisme, begitu manusia dilahirkan ia langsung berhubungan
dengan mikroorganisme. Mikroorganisme yang secara alamiah terdapat di tubuh
manusia disebut flora normal atau mikrobiota.
v Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kehadiran Flora Normal Pada Tubuh Manusia:
·
Nutrisi
·
kebersihan seseorang (berapa seringnya dibersihkan)
·
kondisi hidup
·
penerapan prinsip-prinsip kesehatan
v Penyebaran dan terjadinya mikrobiota
manusia:
·
Kulit
·
Hidung dan nasofaring
·
Mulut
·
Orofaring
·
Perut
·
Usus besar
·
Saluran kemih
v
Peranan Mikroorganisme Dalam
Bidang Medis/Farmasi
·
Produksi antibiotic
·
Produksi Vaksin
·
Produksi Vitamin dan Asam Amino
·
Produksi Asam
Organik
·
Produksi Enzim
·
Produksi Alkoloid Ergot
·
Produksi Protein Manusia
DAFTAR PUSTAKA
Atlas, R.M., Brown, A.E., Debra, K.W., dan Lionas, M.,1989,
Ekperimental Mikrobiology fundamental and Application, MacMillan publishing company, New York.
Betina, V., 1983, The chemistry and Biology of Antibiotics,
Scientific Publishing Company, New York.
Batrowne, L.M., dan Szenthe, N.A., 1989, Labory Manual for
Mikrobilogy, Departement
of Chemistry, Uiversity of Alberta, Canada.
Crueger, W., dan Crueger, A., 1988, Bioteknology: Textbook of
industrial Mikcrobiology,
Madison Inc., New York
Fadhitya.2012.
(online)http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/04/virus-yang-merugikan-dan-berbahaya-bagi.html.(diakses hari jum’at tanggal 4 Mei
2012)
Gibbons, S., dan Gray, A.l., 1998, Isolation by planar
Chromatography,
edited by Channel, R.J.P. Natural Produc isolation, Human press, New Jersey.
Griffin, S., dan Gray, D.H., 1981, Fungal Physiology. John Wiley dan Sons Inc., New york.
Huga, W.B.,dan Russel, A.D., 2000, Pharmaceutical Microbilogy.
Blackwell Scientific Piblication, London
Irianto,Koes.
2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 2.
Bandung:CV.Yrama Widya.
Kedaibio
.2009.(online)http://kedaibio.blogspot.com/2009/11/peranan-virus.html.
(diakses hari Jum’at tanggal 4 Mei 2012)
T.pratiwi, Sylvia. 2008. Mikrobiologi farmasi. Erlangga : jogya
katarta
Komentar
Posting Komentar